Tingkatkan Standar Keselamatan Lingkungan, Dinkes Bima dan Bapelkes Mataram Gelar Pelatihan Pengelolaan Limbah Fasyankes
BIMA – Pengelolaan limbah medis yang aman dan sesuai standar merupakan pilar penting dalam mewujudkan fasilitas pelayanan kesehatan yang ramah lingkungan dan bebas dari risiko penularan penyakit. Menjawab kebutuhan tersebut, Balai Pelatihan Kesehatan (Bapelkes) Mataram Kementerian Kesehatan RI berkolaborasi dengan Dinas Kesehatan Kabupaten Bima menyelenggarakan "Pelatihan Pengelolaan Limbah Fasilitas Pelayanan Kesehatan (Fasyankes)".
Kegiatan peningkatan kapasitas ini berlangsung selama enam hari, mulai tanggal 28 Juni hingga 3 Juli 2026, dan diselenggarakan di Hotel Golden Palace.
Pelatihan ini diikuti secara intensif oleh 26 peserta yang merupakan tenaga pengelola lingkungan dan kesehatan dari berbagai instansi, yakni perwakilan dari Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas), Rumah Sakit (RS), serta jajaran internal Dinas Kesehatan Kabupaten Bima.
Untuk memastikan materi tersampaikan secara komprehensif, kurikulum pelatihan ini dirancang dengan bobot 59 Jam Pelajaran (JPL). Rangkaian pembelajaran mencakup pemahaman regulasi terbaru, identifikasi dan pemilahan jenis limbah medis maupun non-medis, teknik pengemasan, penyimpanan sementara, hingga tata cara pengangkutan dan pemusnahan limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (B3).
Fasilitas pelayanan kesehatan setiap harinya menghasilkan limbah yang memiliki potensi risiko infeksius dan toksik. Penanganan yang keliru tidak hanya membahayakan keselamatan tenaga kesehatan dan pasien, tetapi juga berpotensi fatal mencemari lingkungan sekitar.
Oleh karena itu, tujuan utama dari penyelenggaraan pelatihan ini adalah untuk membekali para pengelola Fasyankes dengan kompetensi teknis dan manajerial yang mumpuni. Langkah ini sangat krusial agar setiap fasilitas mampu melakukan mitigasi risiko infeksi silang di lingkungan medis, sekaligus memastikan seluruh tahapan tata kelola limbah terstandardisasi dan mematuhi regulasi lingkungan hidup yang berlaku.
Setelah menyelesaikan seluruh rangkaian pelatihan, para peserta diharapkan tidak sekadar memahami teori, tetapi mampu bertransformasi menjadi motor penggerak di unit kerjanya masing-masing. Peserta dituntut untuk dapat menyusun, mengevaluasi, dan mengawal implementasi Standar Operasional Prosedur (SOP) pengelolaan limbah secara disiplin.
Lebih dari itu, output nyata yang diharapkan dari para alumni pelatihan ini adalah terciptanya sistem sanitasi dan pengelolaan limbah yang mutakhir dan aman di seluruh instansi kesehatan Kabupaten Bima, sehingga jaminan keselamatan lingkungan bagi tenaga medis, pasien, dan masyarakat luas dapat terwujud.
(Penulis : Akhmad Nursahid)