Tingkatkan Kapasitas Lini Pertama, Bapelkes Mataram Kemenkes RI dan Dinkes Bima Gelar Pelatihan Penanggulangan Stroke Angkatan 1
Dalam upaya menekan angka kematian dan kecacatan akibat stroke, Balai Pelatihan Kesehatan (Bapelkes) Mataram Kementerian Kesehatan RI bersinergi dengan Dinas Kesehatan Kabupaten Bima menyelenggarakan "Pelatihan Penanggulangan Stroke bagi Dokter dan Perawat di Fasilitas Pelayanan Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) Angkatan 1". Kegiatan ini digelar secara intensif pada Tanggal 8 hingga 13 Juni 2026 bertempat di Hotel Golden Palace.
Pelatihan ini ditujukan untuk memperkuat garis pertahanan terdepan sistem kesehatan, yakni Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) di wilayah Kabupaten Bima.
Sebagai salah satu penyebab utama kematian dan kecacatan jangka panjang di Indonesia, penanganan stroke sangat bergantung pada kecepatan dan ketepatan tindakan medis awal, atau yang dikenal dengan istilah Golden Period. Oleh karena itu, tenaga medis di tingkat FKTP memegang peranan sangat krusial sebagai tempat rujukan pertama bagi masyarakat.
Melalui pelatihan Angkatan 1 ini, para dokter dan perawat dibekali dengan berbagai materi komprehensif. Kurikulum pelatihan difokuskan pada deteksi dini kegawatdaruratan stroke, stabilisasi kondisi pasien, manajemen jalan napas, hingga prosedur sistem rujukan yang cepat dan tepat ke rumah sakit rujukan tingkat lanjut. Selain teori, peserta juga dilibatkan dalam simulasi kasus untuk mengasah kesigapan di lapangan.
Kolaborasi antara Bapelkes Mataram Kemenkes RI dan Dinkes Kabupaten Bima ini merupakan langkah strategis pemerataan kompetensi tenaga kesehatan di daerah. Diharapkan, setelah mengikuti pelatihan ini, para dokter dan perawat tidak hanya mampu memberikan penanganan awal yang responsif, tetapi juga dapat mengedukasi masyarakat luas mengenai faktor risiko dan pencegahan stroke.
Ke depannya, program pelatihan ini direncanakan akan terus berlanjut ke angkatan-angkatan berikutnya untuk memastikan seluruh Puskesmas di Kabupaten Bima memiliki tenaga medis yang terstandarisasi, kompeten, dan siap siaga dalam meminimalisir fatalitas kasus stroke di masyarakat.
(Penulis : Akhmad Nursahid)