Kejar Target Cek Kesehatan Gratis (CKG), Penataan dan Distribusi Nakes Terus Dioptimalkan
BIMA – Dinas Kesehatan terus berkomitmen menghadirkan pelayanan kesehatan yang merata, bermutu, dan mudah diakses oleh masyarakat. Sebagai langkah nyata, baru-baru ini digelar rapat koordinasi strategis yang memfokuskan pembahasan pada evaluasi capaian program Cek Kesehatan Gratis (CKG) sekaligus penataan Sumber Daya Manusia (SDM) kesehatan di tingkat layanan dasar.
Program CKG sendiri menjadi salah satu ujung tombak pemerintah dalam meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya deteksi dini kesehatan. Meskipun program ini telah berjalan, rapat tersebut secara terbuka membedah sejumlah tantangan riil di lapangan.
Beberapa kendala yang menjadi sorotan utama meliputi ketersediaan Bahan Medis Habis Pakai (BMHP) yang harus terus dipastikan agar pelayanan tidak terputus. Selain itu, infrastruktur jaringan internet yang belum stabil turut menghambat proses pencatatan dan pelaporan secara digital. Masalah administratif berupa kendala pemadanan data Nomor Induk Kependudukan (NIK) juga masih sering ditemukan, yang berdampak pada lambatnya proses pendaftaran pasien.
Dari sisi masyarakat, tingginya rutinitas dan kesibukan bekerja menjadi faktor utama sulitnya warga meluangkan waktu untuk mengikuti pemeriksaan rutin. Merespons temuan tersebut, forum sepakat bahwa diperlukan pendekatan pelayanan yang lebih fleksibel dan inovatif agar program ini tetap dapat menjangkau seluruh lapisan masyarakat.
Selain fokus pada program CKG, rapat ini juga membahas krusialnya penataan SDM kesehatan. Agenda pembahasan mencakup evaluasi distribusi dan kebutuhan tenaga kesehatan (Nakes), optimalisasi penempatan nakes di Puskesmas Pembantu (Pustu), penataan jadwal piket dokter, hingga kejelasan Surat Keputusan (SK) penugasan. Forum ini secara aktif mencari solusi atas berbagai kendala pelayanan yang selama ini kerap muncul akibat keterbatasan jumlah SDM.
Melalui rapat ini, seluruh pihak menyamakan persepsi dan merumuskan langkah tindak lanjut yang adaptif sesuai dengan karakteristik dan kebutuhan masing-masing wilayah. Keputusan dan hasil rapat ini akan menjadi fondasi utama dalam melakukan tata ulang SDM dan memperkuat implementasi program CKG melalui koordinasi intensif bersama seluruh Puskesmas.
Upaya menyeluruh ini diarahkan untuk memastikan pelayanan kesehatan di Kabupaten Bima semakin berkesinambungan. Karena pada hakikatnya, pembangunan bidang kesehatan merupakan wujud komitmen kuat untuk menghadirkan pelayanan yang dekat, memahami tantangan nyata di tengah masyarakat, serta memberikan solusi yang aplikatif.
BIMA SEHAT — PELAYANAN SEMAKIN DEKAT.
(Penulis : Akhmad Nursahid)