Waspada Dampak El Niño, Kasus Diare Akut dan Suspek Dengue di NTB Mengalami Peningkatan
Dinas Kesehatan Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) secara resmi merilis data Sistem Kewaspadaan Dini dan Respon (SKDR) untuk Minggu ke-28 Tahun 2026. Berdasarkan laporan terbaru tersebut, fenomena alam El Niño yang memicu penurunan curah hujan, kenaikan suhu udara, serta kekeringan, berdampak signifikan terhadap tren peningkatan sejumlah penyakit menular di tengah masyarakat.
Tercatat total akumulasi laporan kewaspadaan dini mencapai 192 Alert di seluruh wilayah NTB. Dari angka tersebut, kasus Gigitan Hewan Penular Rabies (GHPR) menduduki jumlah tertinggi dengan 44 kasus, diikuti oleh suspek Campak (36 kasus), suspek Demam Tifoid (24 kasus), suspek Dengue (22 kasus), serta Diare Berdarah/Disentri (25 kasus) dan ISPA (16 kasus).
Tren Penyakit yang Mengalami Peningkatan
Dinas Kesehatan menyoroti beberapa jenis penyakit yang menunjukkan grafik peningkatan (tren merah) yang cukup tajam jika dibandingkan dengan minggu sebelumnya:
Diare Akut: Mengalami lonjakan tren dengan total kasus mencapai 1.966 dalam 4 minggu terakhir. Wilayah yang mengalami peningkatan signifikan meliputi Kabupaten Bima, Kabupaten Dompu, dan Kabupaten Sumbawa Barat.
Suspek Dengue: Tren kasus terus merangkak naik hingga menyentuh angka 665 kasus. Wilayah terdampak kenaikan di antaranya Kabupaten Bima, Kabupaten Dompu, Kabupaten Lombok Barat, dan Kota Mataram.
Pneumonia / ISPA: Tercatat sebanyak 1.912 kasus infeksi saluran pernapasan akut dalam sebulan terakhir, dengan peningkatan laporan di Kabupaten Bima, Kabupaten Dompu, Kabupaten Lombok Tengah, Kabupaten Sumbawa, dan Kota Mataram.
Suspek Demam Tifoid: Mengalami tren meningkat dengan total 342 kasus, tersebar di sebagian besar kabupaten/kota di NTB termasuk wilayah Lombok dan Sumbawa.
Sementara itu, untuk kasus Malaria Konfirmasi dilaporkan berada dalam kondisi tren yang relatif stabil (32 kasus) dengan wilayah pemantauan khusus di Kabupaten Sumbawa.
Peta Wilayah Alert Tertinggi
Berdasarkan visualisasi pemetaan wilayah, terdapat dua titik utama yang masuk dalam kategori Alert tertinggi (masing-masing 27 Alert), yaitu Kota Mataram di Pulau Lombok dan Kabupaten Bima di Pulau Sumbawa. Kondisi ini memerlukan perhatian serta kesiapsiagaan ekstra dari fasilitas layanan kesehatan setempat.
Faktor Risiko dan Langkah Antispasi
Kondisi lingkungan akibat El Niño—seperti krisis air bersih, penurunan kualitas air, debu yang meningkat, serta meningkatnya perkembangbiakan vektor (nyamuk/lalat)—menjadi pemicu utama penularan penyakit melalui air, makanan, udara, maupun vektor penular.
Menyikapi situasi ini, Pemerintah Provinsi NTB melalui slogan "Bersama Kita Tangguh, Sehat di Musim Kemarau" mengimbau masyarakat luas untuk segera melakukan tindakan pencegahan secara mandiri, di antaranya:
Rutin mencuci tangan menggunakan sabun (CTPS).
Memastikan air minum yang dikonsumsi sudah dimasak hingga matang/aman.
Menjaga higienitas dan kebersihan makanan yang dikonsumsi.
Melakukan gerakan PSN 3M Plus secara masif dan menggunakan obat nyamuk/repelan untuk mencegah demam berdarah.
Menggunakan masker saat beraktivitas di area terbuka yang berdebu atau berpolusi.
Segera memeriksakan diri ke Puskesmas atau fasilitas kesehatan terdekat jika merasakan gejala sakit.
Masyarakat juga diminta untuk segera melaporkan ke poskesdes atau puskesmas terdekat apabila menemukan indikasi peningkatan kasus atau kluster penyakit di lingkungan tempat tinggal agar dapat dilakukan penanganan dini dan mencegah terjadinya Kejadian Luar Biasa (KLB).