[email protected] (0362) 21146

Tingkatkan Mutu Pelayanan, Dinas Kesehatan Kabupaten Bima Gelar Rapat Persiapan Kredensial Tenaga Kesehatan

BIMA – Dalam rangka mewujudkan pelayanan kesehatan yang bermutu, aman, dan berpusat pada keselamatan pasien, Dinas Kesehatan Kabupaten Bima menggelar Rapat Persiapan Kredensial bagi Tenaga Medis dan Tenaga Kesehatan. Kegiatan strategis ini turut menggandeng perwakilan Organisasi Profesi (OP) yang terdiri dari IDI, PDGI, IBI, dan PPNI sebagai Mitra Bestari sekaligus tim penguji kompetensi.

Rapat yang dipimpin langsung oleh Kepala Dinas Kesehatan dan dipandu oleh Kepala Bidang Sumber Daya Kesehatan (SDK) ini menekankan pentingnya objektivitas. Penilaian tidak lagi sekadar formalitas, melainkan evaluasi riil terhadap kelayakan klinis dan soft skill para tenaga kesehatan di lingkungan fasilitas pelayanan kesehatan tingkat pertama.

Prioritas pada Unit Pelayanan Krusial

Kepala Dinas Kesehatan sebagai pimpinan rapat. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan:

"Pertama-tama, mari kita panjatkan puji syukur ke hadirat Allah SWT. Hari ini kita berkumpul di sini untuk melaksanakan rapat persiapan kredensial. Terima kasih kepada perwakilan Organisasi Profesi dari IDI, PDGI, IBI, dan PPNI yang telah berkenan hadir.

Kami berharap bapak dan ibu sekalian sebagai tim yang luar biasa dapat memberikan penilaian yang adil dan berkualitas. Jangan berikan penilaian yang subjektif, melainkan harus objektif sesuai dengan kemampuan riil dan kompetensi yang dimiliki oleh para tenaga medis dan tenaga kesehatan. Tujuannya adalah untuk menghasilkan tenaga kesehatan yang profesional dan kompeten, sehingga kita bisa memberikan pelayanan kesehatan yang bermutu.

Terima kasih atas kehadiran dan atensi bapak/ibu sekalian. Dengan mengucapkan Bismillahirrahmanirrahim, saya nyatakan rapat ini resmi dibuka. Semoga kita bisa bersama-sama mewujudkan Kabupaten Bima yang sehat dan bermartabat ke depannya."

dilanjutkan Kepala Bidang SDK menegaskan bahwa proses kredensial akan difokuskan pada unit-unit pelayanan dengan risiko tinggi guna mengurai penumpukan peserta uji.

"Sebagai langkah awal, kami memprioritaskan tenaga kesehatan yang bertugas di Instalasi Gawat Darurat (IGD), ruang Rawat Inap (Ranap), serta Puskesmas Pembantu (Pustu). Hal ini untuk memastikan bahwa garda terdepan pelayanan diisi oleh tenaga yang kompeten," jelasnya.

Langkah ini juga merupakan bentuk mitigasi risiko dan kepatuhan hukum untuk mencegah adanya tenaga kesehatan yang berpraktik tanpa Surat Izin Praktik (SIP) di area kritis, mengingat masyarakat saat ini semakin kritis dan teredukasi terkait standar pelayanan kesehatan.

Sinergi Profesi dan Peningkatan Kapasitas

Keterlibatan tim penguji dari berbagai Organisasi Profesi bertujuan menjamin bahwa penilaian kompetensi teknis, komunikasi, hingga kematangan emosional dilakukan secara profesional. Seluruh tim penguji dipastikan telah berbekal Surat Keputusan (SK) Bupati dan berpedoman teguh pada Petunjuk Teknis Kredensial dari Kementerian Kesehatan.

Proses kredensial ini juga dikembalikan sebagai kebutuhan dasar Puskesmas. Bagi tenaga kesehatan yang belum sepenuhnya memenuhi standar kelulusan, Dinas Kesehatan bersama Puskesmas telah merancang tindak lanjut berupa program On the Job Training (OJT) atau pembinaan internal. Program peningkatan mutu SDM ini rencananya akan didukung melalui optimalisasi dana Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) di masing-masing Puskesmas.

Melalui sinergi yang kuat antara Dinas Kesehatan, Puskesmas, dan Organisasi Profesi, diharapkan kualitas kelayakan klinis di Kabupaten Bima dapat terus meningkat, sejalan dengan visi mewujudkan masyarakat Bima yang sehat dan bermartabat.

(Penulis : Akhmad Nursahid)