Sinergi Dinkes Kab. Bima dan Bapelkes Mataram: Tingkatkan Kompetensi Bidan Melalui Pelatihan Pelayanan Maternal dan SHK
MATARAM – Dalam rangka terus menekan Angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Bayi (AKB) serta meningkatkan kualitas kesehatan generasi penerus, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Bima kembali menjalin kerja sama strategis dengan Balai Pelatihan Kesehatan (Bapelkes) Mataram, Kementerian Kesehatan RI.
Kolaborasi ini diwujudkan melalui penyelenggaraan "Pelatihan Pelayanan Antenatal Care (ANC), Persalinan, Nifas, dan Skrining Hipotiroid Kongenital (SHK) bagi Bidan di Fasilitas Pelayanan Tingkat Pertama (FKTP)". Kegiatan ini telah sukses dilaksanakan selama lima hari, mulai tanggal 12 hingga 16 Oktober 2026, dengan pusat kegiatan klasikal di Fave Hotel, Kota Mataram.
Sebagai garda terdepan pelayanan kesehatan ibu dan anak di masyarakat, peningkatan kapasitas bidan menjadi prioritas utama. Oleh karena itu, pelatihan ini secara khusus diikuti oleh 21 orang bidan yang merupakan perwakilan dari 21 Puskesmas yang tersebar di wilayah Kabupaten Bima.
Tujuan dan Fokus Pelatihan Pelatihan ini dirancang dengan tujuan utama untuk memperbarui pengetahuan teknis serta memperkuat keterampilan klinis para bidan di fasilitas pelayanan tingkat dasar. Secara spesifik, pelatihan ini fokus pada:
Optimalisasi Pelayanan ANC, Persalinan, dan Nifas: Memastikan para bidan mampu memberikan asuhan kebidanan yang komprehensif, terpadu, dan sesuai standar operasional. Mulai dari deteksi dini kehamilan berisiko tinggi, pertolongan persalinan yang aman, hingga perawatan masa nifas yang adekuat guna mencegah komplikasi.
Penguatan Implementasi Skrining Hipotiroid Kongenital (SHK): Membekali bidan dengan keterampilan teknis pengambilan sampel darah tumit pada bayi baru lahir (usia 48-72 jam). Kompetensi ini sangat krusial untuk mendeteksi secara dini adanya kelainan penurunan fungsi kelenjar tiroid bawaan, sehingga bayi dapat segera mendapatkan terapi untuk mencegah gangguan pertumbuhan fisik dan keterbelakangan mental.
Diperkuat dengan Praktik Kerja Lapangan (PKL) Untuk memastikan seluruh materi teoritis dapat diaplikasikan dengan standar yang tepat, dari total lima hari penyelenggaraan, dua hari di antaranya dialokasikan khusus untuk kegiatan Praktik Kerja Lapangan (PKL).
Para peserta diterjunkan langsung ke Puskesmas Penimbung dan Puskesmas Banyumulek untuk melakukan observasi, simulasi, dan praktik pelayanan langsung di bawah bimbingan fasilitator klinis. Melalui kegiatan turun lapang ini, peserta mendapatkan pengalaman nyata (hands-on experience) dalam menangani alur pelayanan maternal dan tatalaksana SHK di fasilitas kesehatan yang telah terstandarisasi.
Melalui penyelenggaraan pelatihan komprehensif ini, diharapkan ke-21 bidan yang telah dilatih dapat menjadi pelopor dan mentransfer pengetahuannya di masing-masing Puskesmas. Dengan kompetensi SDM yang semakin mumpuni, Dinkes Kabupaten Bima optimis pelayanan kesehatan ibu dan bayi di tingkat dasar akan semakin berkualitas, responsif, dan mampu mencetak generasi yang lebih sehat.
(Penulis : Akhmad Nursahid)