[email protected] (0362) 21146

Pastikan Kompetensi dan Mutu Layanan, Puluhan Tenaga Kesehatan Puskesmas Langgudu Jalani Uji Kredensial

BIMA – Dalam rangka menjamin profesionalisme dan kualitas pelayanan kesehatan kepada masyarakat, kegiatan uji kredensial bagi para tenaga kesehatan kembali dilaksanakan. Pada hari Kamis, 17 September 2026, tahapan evaluasi dan penilaian kompetensi ini diselenggarakan secara komprehensif di Puskesmas Langgudu, Kabupaten Bima.

Pelaksanaan uji kredensial kali ini diikuti oleh total 76 orang tenaga medis dan paramedis, dengan rincian formasi sebagai berikut:

  • 47 Bidan

  • 25 Perawat

  • 2 Dokter Umum

  • 2 Dokter Gigi

Terdapat penyesuaian khusus pada jadwal kredensial formasi dokter gigi. Dari dua dokter gigi yang menjalani ujian, satu di antaranya merupakan dokter gigi dengan status penugasan khusus yang penempatannya berada di Puskesmas Langgudu Timur, namun proses uji kredensialnya difasilitasi dan digabungkan di Puskesmas Langgudu.

Proses uji kredensial ini merupakan langkah strategis pemantauan mutu sumber daya manusia yang sejalan dengan program kerja Bidang Sumber Daya Kesehatan (SDK). Tujuan utama dari pelaksanaan kredensial adalah untuk menilai, mengevaluasi, dan memverifikasi kelayakan, kualifikasi, serta rekam jejak kompetensi klinis yang dimiliki oleh setiap tenaga kesehatan. Melalui tahapan ini, tim penilai akan menerbitkan surat penugasan klinis (clinical appointment) dan merumuskan rincian kewenangan klinis (clinical privilege) yang spesifik bagi setiap nakes sesuai dengan keahliannya.

Selain menetapkan batasan kewenangan tindakan medis, kredensial ini merupakan garda terdepan dalam menjamin keselamatan pasien (patient safety). Dengan standar kompetensi yang telah terverifikasi secara resmi, masyarakat dapat merasa tenang karena asuhan keperawatan, kebidanan, maupun penanganan medis yang diberikan di fasilitas kesehatan telah sesuai dengan standar profesi dan standar operasional prosedur yang berlaku.

Kegiatan evaluasi yang berlangsung tertib pada hari Kamis tersebut diharapkan dapat terus mendorong peningkatan kapasitas sumber daya kesehatan di tingkat fasilitas kesehatan tingkat pertama (FKTP), memastikan bahwa pelayanan medis yang diterima oleh masyarakat selalu berada pada standar mutu terbaiknya.

(Penulis : Akhmad Nursahid)