Kendalikan Tren Penyakit Tidak Menular, Dinkes Kab. Bima dan Bapelkes Mataram Sukses Gelar Pelatihan PANDU PTM
MATARAM – Sebagai langkah strategis dalam mengendalikan tren kasus Penyakit Tidak Menular (PTM) yang terus meningkat, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Bima bersinergi dengan Balai Pelatihan Kesehatan (Bapelkes) Mataram, Kementerian Kesehatan RI, menyelenggarakan "Pelatihan Pelayanan Terpadu Penyakit Tidak Menular (PANDU PTM) di Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP)".
Pelatihan ini diselenggarakan menggunakan metode blended learning yang terbagi menjadi dua tahapan. Tahap pembelajaran daring (online) telah dilaksanakan pada 6 - 9 Oktober 2026, disusul dengan tahap pembelajaran tatap muka (luring) yang dipusatkan di Fave Hotel, Kota Mataram pada 12 - 16 Oktober 2026.
Guna memastikan pemerataan kompetensi tenaga kesehatan di seluruh wilayah layanan, pelatihan ini secara khusus menargetkan peserta yang belum pernah mendapatkan pelatihan PANDU PTM sebelumnya. Tercatat sebanyak 23 orang peserta turut serta dalam kegiatan ini, yang terdiri dari 21 orang perwakilan berbagai Puskesmas se-Kabupaten Bima dan 2 orang perwakilan dari Dinas Kesehatan Kabupaten Bima.
Fokus Utama dan Tujuan Pelatihan PANDU PTM
Program PANDU PTM di FKTP merupakan pendekatan komprehensif untuk mendeteksi dini, memantau, dan menatalaksana faktor risiko PTM seperti hipertensi, diabetes melitus, obesitas, hingga penyakit kardiovaskular secara terintegrasi.
Melalui pelatihan ini, para tenaga kesehatan dibekali dengan pembaruan standar operasional dan keterampilan teknis agar mampu menyelenggarakan pelayanan PTM yang holistik di Puskesmas. Tujuannya adalah untuk mencegah terjadinya komplikasi lebih lanjut pada pasien, menurunkan angka kesakitan, serta menekan angka kematian dini akibat penyakit tidak menular di tengah masyarakat.
Diperkuat dengan Praktik Kerja Lapangan (PKL)
Untuk memastikan pemahaman komprehensif, penyelenggara tidak hanya berfokus pada pemberian materi klasikal di dalam kelas. Dari rangkaian jadwal luring yang ada, peserta juga diwajibkan mengikuti satu hari Praktik Kerja Lapangan (PKL).
Kegiatan turun lapang ini dilaksanakan di dua lokasi percontohan, yakni Puskesmas Gunung Sari dan Puskesmas Kediri. Selama PKL, para peserta dapat melakukan observasi langsung, menyimulasikan alur pelayanan PANDU PTM, serta melihat langsung penerapan manajemen data dan tatalaksana pasien PTM yang sesuai standar di fasilitas layanan tingkat pertama.
Melalui sinergi pelatihan ini, Dinkes Kabupaten Bima berharap ke-23 peserta dapat segera mengimplementasikan ilmu yang didapat dan menjadi motor penggerak optimalisasi program PANDU PTM di masing-masing unit kerjanya. Dengan demikian, kualitas deteksi dini dan penanganan penyakit tidak menular di Kabupaten Bima dapat terlaksana dengan lebih cepat, tepat, dan terpadu.
(Penulis : Akhmad Nursahid)